Selasa, 13 Desember 2011

Tugas Resensi Buku History of the Arab bagian VI


RESENSI
HISTORY OF THE ARABS BAGIAN VI (KEKUASAAN UTSMANI DAN KEMERDEKAAN)
“Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu Pada Mata Kuliah SPI








Nama       : Muhammad Yusuf

NIM           : 102100930

Jurusan : PAI - A








INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ”SMH” BANTEN
FAKULTAS TARBIYAH & ADAB
2011





KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas penulisan makalah ini tanpa adanya suatu halangan yang sangat berarti.
Shalawat teriring salam semoga selalu terlimpah curahkan kepada Rasul pilihan Allah, yakni Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
            Sejarah bangsa Arab yang identik dengan Islam telah menjadi daya tarik tersendiri untuk dikaji, baik oleh orang-orang yang memang berasal dari Arab, maupun orang-orang barat yang tertarik dengan segala hal mengenai Arab khususnya agama Islam. Istilah atau sebutan Arab bukanlah hanya sebatas wilayah, namun Arab mempunyai definisi yang luas jika dikaitkan dengan kebudayaan yang berkembang di dalamnya. Salah satu aspek yang menarik dari Arab adalah bagaimana terciptanya suatu kebudayaan yang terbentuk bukan karena interaksinya dengan bangsa lain beserta kebudayaannya, namun budaya yang terbentuk sebagai local genius yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dengan keadaan yang begitu ganas.
            Daya tarik lainnya dari Arab adalah kemunculan agama Islam. Islam sebagai suatu agama, bukan hanya merubah pandangan spiritual bangsa Arab, namun pengaruhnya begitu meluas ke berbagai aspek kehidupan. Arab, khususnya yang biasa disebut sebagai Jazirah Arab sebelum datangnya Islam adalah daerah yang sangat jauh dari unsur-unsur kebudayaan bangsa lain. Hal ini terjadi karena bangsa Arab dianggap kurang potensial dari segi ekonomi, disamping itu akses untuk bisa sampai di Jazirah Arab sangatlah sulit dan Berbahaya. Semua berubah secara drastis manakala Islam berkembang dengan pesat, sehingga Islam menjadi pondasi yang kuat dalam membangun peradaban yang baru, bahkan pada masa dinasti Umayah Islam menjadi kekuatan baru di dunia dan timbul ungkapan Pax Islamica dengan penaklukan hingga Spanyol. Kejayaan ini terus bertahan hingga terjadinya perang Salib dan kejayaan Islam lambat laun terus menurun.
                Inilah gambaran secara garis besar dari buku yang berjudul History of the Arabs yang merupakan karangan Philip K. Hitti. Oleh karena itu penulis sedikitnya akan melakukan analisis terhadap buku ini. Apabila mungkin terdapat kesalahan, maka penulis mohon maaf dan mohon kritik dan sarannya. Dan semoga saja makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

                                                                                 Serang, 28 November 2011



                                                                                          Muhammad Yusuf








Judul                         : History Of The Arabs
Penulis                     : Philip K. Hitti
Penerjemah             : R. Cecep Lukman Yasin dan Dedi Slamet Riyadi
Penerbit                    : PT. Serambi Ilmu Semesta
Tempat Terbit            : Jakarta
Tahun                        : 2008
Jumlah halaman      : 981 hlm
Bahasa                      : Indonesia
Ukuran                       : 15 x 23.5 cm




DAFTAR ISI



  1. Isi Buku

  1. Analisis Kritis Buku
·         Menganalisa Konsep-konsep
·         Menganalisa Sumber-Sumber Sejarah
·         Menganalisa Unsur Subjektifitas Penulis

  1. Referensi




HISTORY OF THE ARABS BAGIAN VI (KEKUASAAN UTSMANI DAN KEMERDEKAAN)

A.  Isi Buku
            Inilah karya tentang kemunculan Islam dan perkembangannya hingga Abad Pertengahan, gerak penaklukannya, kerajaannya, serta masa kejayaan dan kemundurannya, yang sangat komprehensif. Ia menyingkapkan seluruh kekayaan panorama historis yang mengesankan.
            Philip K. Hitti melakukan telaah serius selama sepuluh tahun untuk menghimpun data-data historis tentang Arab-Islam. Ia merasa tak puas dengan hanya mengungkap data-data historis seputar pergantian penguasa yang berlangsung di dunia Arab-Islam. Ia melacak lebih jauh pada kondisi prasejarah bangsa Arab, termasuk kondisi geologi dan geografisnya.
            Menghadapi sebuah budaya yang sekian lama tidak mengenal tradisi tulis, tidak terbiasa mencatat berbagai peristiwa sejarah dalam buku harian, maka penelusuran dilakukan lewat tradisi lisan, juga jejak-jejak yang tergambar dalam berbagai artefak budaya, seperti keping mata uang atau kaligrafi yang ditulis di atas peti mati. Hitti dengan cerdik memanfaatkan semua itu sebagai data-data historis yang penting. Di tangannya, sejarah bukan hanya catatan tentang orang-orang besar, namun ungkapan rakyat kecil di pasar-pasar, atau coretan-coretan yang tercecer di pinggir jalan.
            Dengan lugas, Philip K. Hitti menyingkapkan fakta-fakta sejarah yang selama ini seakan tertutupi oleh subjektivitas keagamaan. Ia mengulas dengan objektif prestasi dan kegagalan yang dicapai oleh berbagai dinasti Islam. Ia juga layak mendapat acungan jempol karena mengulas dengan adil periode krusial dalam sejarah hubungan Islam-Kristen, yaitu periode Perang Salib. Buku klasik ini merupakan karya besar yang memuaskan dahaga kalangan pembaca umum maupun kalangan akademis.
            Dalam buku history of the arabs bagian VI ini telah di ulas menjadi sebanyak 3 bab yang meliputi judul sebagai berikut; Arab sebagai provinsi Turki, Mesir dan Arab bulan sabit, dan Perubahan panggung: Pengaruh barat. Dimana pada bab pertama di bagian VI ini dijelaskan mengenai puncak kegemilangan Turki Utsmani, selanjutnya membahas tentang Bibit Kehancuran yang berkaitan dengan Ekspansi eropa modern, dan di akhir bab ini dibahas mengenai Sisa-Sisa Kekuasaan Mamluk. Selanjutnya pada bab kedua dibagian VI ini membahas mengenai perkembangan mesir modern, perkembangan suriah dan libanon modern, perkembangan irak modern dan perkembangan semenanjung arab modern. Dan pada bab akhir pada bagian VI ini membahas mengenai perubahan panggung yang disebabkan oleh pengaruh barat, dimana nantinya akan dibahas mengenai para pembaru di mesir.

B.  Analisis Kritis Buku
            Keseluruhan budaya turki merupakan campuran dari beraneka ragam elemen yang berbeda-beda. Dari orang persia, yang telah berhubungan dengan bangsa turki bahkan sebelum mereka bermigrasi ke asia barat, lahir corak-corak yang artistik, pola-pola yang indah, serta ide-ide politik yang mengangkat keagungan raja. Warisan-warisan kebudayaan asia tengah yang nomaden, bisa disebutkan diantaranya kebiasaan mereka untuk berperang dan menaklukan, serta kecenderungan untuk berasimilasi dengan lentur.
            Kesultanan Utsmaniyah (1299–1923), atau dikenal juga dengan sebutan Kekaisaran Turki Ottoman merupakan nama kerajaan yang diambil dan dibangsakan kepada nenek moyang mereka yang pertama, yaitu Sultan Utsmani Ibnu Sauji Ibnu Orthogol Ibnu Sulaiman Syah. Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghus yang mendiami daerah mongol dan daerah utara negeri cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad, mereka pindah ke turkistan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk islam sekitar abad kesembilan atau kesepuluh, karena mereka tinggal di asia tengah.
            Kerajaan Utsmani pada umumnya lebih menekankan aspek militer dan mengembangkan prinsip dinasti dalam organisasinya. Tujuan utamanya tidak jauh dari kesejahteraan warga negaranya, yang personifikasinya diwakili sosok Khalifah-sultan. Warga negaranya terdiri atas berbagai suku bangsa yang berbeda denga bermacam keyakinan, bahasa, dan cara hidup, semuanya berhimpun di bawah kekuasaan Utsmani.
            Buku Philip K. Hitti ini merupakan karya tentang kemunculan Islam dan perkembangannya hingga Abad Pertengahan, gerak penaklukannya, kerajaannya, serta masa kejayaan dan kemundurannya yang sangat komprehensif. Ia menyingkapkan seluruh kekayaan panorama historis yang mengesankan.
            Bermula dari awal kemunculan islam sampai abad pertengahan yang telah dijabarkan oleh Philip K. Hitti dalam buku ini kaya dengan rujukan pada sumber-sumber primer dan orisinal. Halaman demi halaman pun sangat sarat dengan analisis historis yang tajam dan meyakinkan.
            Namun penjabaran dari Philip K. Hitti ini hanya sebatas pada abad pertengahan saja. Sehingga kurang memberikan penjelasan mengenai penyebaran islam di beberapa daerah di asia. Dia hanya terpusat pada wilayah jazirah arab dan barat saja, terutama pada kejadian-kejadian yang besar saja.
            Berbagai konsep dan deskripsi mengenai kepercayaan, budaya, kemasyarakatan, konflik, politik dan pemikiran para tokoh terdahulu pun sangat terlihat dalam karyanya ini.
            Yang mana pada masa puncak kegemilangan Turki Utsmani, diceritakan bahwa  Turki disempurnakan oleh Sulayman dengan menyempurnakan dan memperindah ibukota, serta kota-kota lain dengan mendirikan masjid, sekolah, rumah sakit, istana, musoleum, jembatan terowongan, jalur kereta, dan pemandian umum.
            Namun, Philip K. Hitti tidak secara terperinci menuliskan waktu mengenai penyempurnaan dan perombakan besar-besaran kala itu di daerah turki.
            Kelebihan buku Philip K. Hitti ini dibandingkan dengan buku lainnya yaitu terletak pada bagaimana Dia merujuk kepada sumber-sumber primer dan orisinal. Halaman demi halaman sarat dengan analisis historis yang tajam dan meyakinkan, dan Dia telah melengkapi buku ini dengan keterangan gambar yang jelas dan terperinci serta lengkap.
            Akan tetapi letak kekurangan dari buku Philip K. Hitti yang telah dialih bahasakan oleh R. Cecep Lukman Yasin dan Dedi Slamet Riyadi ini yaitu pada jenis kertas yang digunakan cepat sobek jika sedikit tertarik, dan juga tebalnya buku yang sampai 981 halaman yang dapat membuat pembacanya mungkin merasa sedikit bosan untuk membolak-balik halaman perhalaman, dan juga sedikit ribet jika ingin dibawa kemana-mana.



C.  Referensi

Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.

1 komentar: